Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Sahabat, tahukah bahwa usaha kreatif merupakan peluang bisnis yang sangat bagus dan belum digarap sepenuhnya di Indonesia? Nah, makanya di #sharewira kali ini kita mengupas lebih dalam tentang usaha kreatif lebih dalam yuk.

Usaha kreatif, jika digarap secara serius bisa menopang perekonomian negara lho. Di negara Jepang, sektor ekonomi kreatif mampu menyumbang 1000 trilyun rupiah tiap tahunnya lho! Bayangkan jika Indonesia bisa seperti itu.

Jenis usaha kreatif juga bisa bermacam-macam, sahabat. Bisa konten berupa video, musik, percetakan dan lainnya. Tapi kita jangan terbatas dgn hal-hal itu saja. Pembuatan boneka panggung, itu termasuk usaha kreatif. Pembuatan busana, juga usaha kreatif.  Apapun yang sifatnya melahirkan ide dan mewujudkannya, bisa disebut usaha kreatif.

Makanya, agar pemerintah bisa lebih serius lagi menggarap usaha kreatif di tanah air kita pun serius menggarap usaha kreatif kita yuk. Sayang bukan, jika insan-insan kreatif milik Indonesia malah bekerja di studio dan perusahaan besar asing  nun jauh disana? :D Bukannya jelek juga kalau bekerja di negara orang. Tapi jika potensi mereka bisa dimanfaatkan untuk membangun Indonesia kenapa tidak? Pemerintah juga seharusnya bisa meminta mereka sharing ilmu sesekali agar kita pun makin terasah kreativitasnya. #sharewira

Atau, apa kita tidak mulai gerah dengan konten yang itu-itu saja kita lihat tiap hari tersaji di rumah? Jadi mulai dari sekarang, mari kita mulai mencari cara kreatif agar ekonomi kreatif kita bisa bangkit dengan gemilang :D
Sekian #sharewira kali ini. Habis ini langsung putar otak kreatifnya ya sahabat!

Sumber : Wirausaha Muda Mandiri
Miris Rasanya, Hampir setiap hari ada saja berita di media massa, maupun elektronik  tentang pembunuhan,pemerkosaan,kekerasan baik antar kelompok maupun dalam rumah tangga dinegeri tercinta Indonesia. Dinegeri dengan mayoritas umat muslim terbesar di dunia, dinegeri yang katanya terkenal dengan sopan santun maupun tata kramanya, serta adatistiadat yang di junjung tinggi. Apakah sudah separah itu perilaku masyarakat Indonesia??.... 

Namun, Apabilakita melihat masyarakat Indonesia saat ini sungguh ironis sekali. Memang tak dapat di pungkiri, seiring perkembangan zaman tingkah laku masyarakat Indonesia terutama para pemudanya  kian berubah dari waktu ke waktu. Hal itu di tunjukkan dengan perbuatan-perbuatan seperti diatas tersebut seperti pembunuhan pemerkosaan, kekerasan dan lain-lain. Berbagai macam tindak kriminalitas tersebut salah satu penyebabnya yaitu “MINUMAN KERAS/KHOMER”

Miras/khomer adalah segala sesuatu minuman atau makanan yang bisa menyebabkanmabuk.sehingga seseorang yang mengkomsumsi miras atau khomer kehilangan akal sehatnya dan menjebabkan seseorang berprilaku kriminal.

Masih terngiang Nama Apriliani susanti  pengemudi Mobil Daihatsu Xenia yang menewaskan9 pejalan kaki di Tugu Tani dimana pengemudi malam sebelum kejadian melakukan pesta miras di salah satu tempat hiburan malam di Jakarta dan masih banyak lagi kasus-kasus kriminalitas yang penyebabnya adalah minuman keras/Khomer.

“Saat ini, keberadaan miras atau khomer sudah memprihatinkan karena telah diperjualbelikan secara bebas di minimarket, café, resto dan warung-warung pinggir jalan pun ada dan dapat di beli oleh berbagai kalangan dari orang tua hingga remaja, dari kalangan mampu maupun tak mampu sanggup untuk membelinya.Dan tak kalah sedihnya di setiap acara baik pernikahan  dan lain sebagainya tak lengkap rasanya bila minuman yang satu ini tidak ada.

Di Indonesia sendiri UU Tentang miras entah kemana nasibnya kini. Dulu yang banyak di gembar-gemborkan terasa hilang tersapu angin.  Dan Keputusan Presiden(Kepres) No 3 Tahun 1997 pun ibarat omong kosong belaka.

Allah SWT pun melarang orang-orang beriman untuk menjauhiminuman keras, seperti yang terdapat dalam Surat  Al-Baqarah ayat 219 danAl-Maidah ayat 90-91.
Yas alunaka anil khamri wal maisiri qul fiima itsmunkabirun wa manaafi'u linnaasi wa itsmuhuma akbaru min naf'ihima ".

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah : Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa maanfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya."( Al-Baqarah : 219)

"Hai orang-orang yangberiman sesungguhnya minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala danmengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan.Maka jauhilah perbuatan itu agar kau mendapat keberuntungan (Q.S. Al-Maidah:90)

"Sesungguhnya setan itubermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaranminuman keras dan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu "(Q.S. Al-Maidah : 91)

Disamping Al-Qur'an,keharaman khamar juga didasarkan pada hadits dari Rasulullah yang diriwayatkan Ahmad bin Hambal ibnu Abbas. "Ketika Jibril datang kepadaku lalu berkata : "Hai Muhammad, Allah melaknat minuman keras yang memerasnya, orang yang memerasnya, yang meminumnya,orang yang menerima penyimpanannya, orang yang menjualnya, orang yang yang membelinya, orang yang menyuguhkannya dan orang-orang yang mau disuguhi. 

Jadi jangan berharap masyarakat Indonesia akan hidup tentram, damai dan sejahtera jika Miras / Khomer masih bertebaran di negeri yang kita cintai. 

Allahua’lam bishowwab.

Penulis : Afif Habibi
Gambar : http ://kaltim.tribunnews.com
 
ABBAS berkata: “Suatu hari, datang Sa’ad bin Assulami kepada Rasulullah dan berkata: “Ya Rasulullah, apakah akan terhalang seseorang itu masuk syurga disebabkan mukanya yang hitam dan Jelek?” Lalu Rasulullah bersabda: “Tidak, demi Allah yang jiwa aku di tangannya selama kamu yakin kepada Tuhan kamu dan ajaran Rasul-Nya.”

Maka Sa’ad berkata: “Ya Rasulullah, demi Allah yang memuliakan kamu dengan kenabian. Saya mengucapkan kalimah syahadat kira-kira lapan bulan lalu dan saya datang ke sini untuk meminang orang yang ada di sini, tetapi semua mereka menolak kerana mengatakan saya ini hitam dan jelek”.

 Sa’ad berkata lagi: “Ya Rasulullah, sebenarnya saya adalah daripada keturunan yang baik yaitu suku Bani Sulaim, jeleknya saya adalah daripada keturunan ibu saya.

” Kemudian Rasulullah bertanya kepada yang hadir: “Adakah Amru bin Wahab yang baru masuk Islam daripada suku Tsaqief berada di sini?”

Maka yang hadir berkata: “Tidak ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah bertanya kepada Sa’ad: “Adakah kamu mengetahui di mana rumahnya?”

Sa’ad berkata: “Ya, saya tahu di mana rumahnya, ya Rasulullah.” Rasulullah berkata: “Pergilah kamu ketuk rumahnya perlahan-lahan kemudian kamu beri salam kepadanya. Apabila dia mengizinkan kamu masuk, maka katakan kepadanya bahawa Rasulullah mengahwinkan aku dengan puterinya.” Amru mempunyai seorang puteri yang cantik dan cerdik iaitu Atiqah.

Sa’ad meminang puteri Amru Selepas Sa’ad tiba di rumah Amru, dia disambut dengan baik walaupun Amru tidak berapa senang dengan kedatangannya disebabkan mukanya yang hitam dan jelek. Amru semakin tidak senang apabila Sa’ad menyampaikan kata-kata Rasulullah. Dia menolaknya dengan cara kasar hingga menyebabkan Sa’ad keluar dan terus bertemu Rasulullah.

Selepas Sa’ad pergi, maka puterinya berkata: “Wahai ayah, carilah selamat sebelum turunnya wahyu membuka perbuatan kamu. Jika benar Rasulullah mengahwinkan aku dengan orang itu, maka aku terima dengan hati terbuka dan rela atas apa yang diredakan oleh Allah dan Rasul-Nya untukku.” Maka pergilah Amru ke majlis Rasulullah dan dia ditegur oleh orang yang berada di situ: “Jadi kamulah orang yang menolak pinangan Rasulullah?”

Amru berkata: “Ya benar, tetapi aku minta ampun kepada Allah kerana aku sangka dia berdusta. Apabila aku dapati dia benar maka aku terima dia dan sedia mengahwinkan dia dengan puteriku. Kami berlindung jangan sampai Allah dan Rasul-Nya menjadi murka.

” Selepas itu, Sa’ad pun dikahwinkan dengan mahar sebanyak 400 dirham. Rasulullah memberitahu khabar itu kepadanya dan menyuruhnya pergi kepada isterinya.

Kesempitan wang untuk berkahwin 
Lalu Sa’ad berkata: “Ya Rasulullah, demi Allah yang mengutuskan kamu sebagai nabi, saya sesungguhnya tidak ada wang dan saya terpaksa minta daripada saudara saya.” Rasulullah berkata: “Mahar untuk isteri kamu ditanggung oleh tiga orang daripada kaum mukminin.

Pergilah kamu kepada Usman bin Affan dan kamu akan terima sebanyak 200 dirham. Kemudian kamu pergi kepada Abdurrahman bin Auf, kamu akan mendapat 200 dirham dan kamu pergi kepada Ali bin Abi Talib, juga sebanyak 200 dirham.” Maka Sa’ad pun pergi ke rumah Usman dan menerima lebih daripada yang disebut Rasulullah, kemudian kepada Abdurrahman, dia menerima lebih daripada 200 dirham dan akhir sekali ke rumah Ali, juga menerima lebih 200 dirham.

 Panggilan Jihad

 

Sebaik saja Sa’ad mendapat wang itu, dia pergi ke pasar untuk membeli buah tangan untuk isterinya, tetapi tiba-tiba dia mendengar suara yang mengatakan: “Hai kuda Allah, bergeraklah kamu!

Kemudian Sa’ad mendengar suara Rasulullah berkata: “Keluarlah kamu untuk berjihad! keluarlah untuk berjihad!”

Maka Sa’ad memandang ke langit sambil berdoa: “Ya Allah, Tuhan Pencipta langit dan bumi, Tuhan kepada Muhammad maka akan aku gunakan wang ini untuk membeli sesuatu yang lebih disukai Allah dan Rasul.”

Sa’ad menggunakan wang itu untuk membeli kuda, pedang, tombak dan perisai lalu dia menguatkan ikatan serban serta pinggangnya. Dia memakai topi yang cuma kelihatan dua biji mata saja lalu dia berdiri tegak di barisan depan Muhajirin hingga semua orang bertanya kepada Ali.

 Maka Ali berkata: “Biarkan, mungkin dia dari Bahrain atau dari Syam dan mungkin dia datang untuk menanyakan agama sebab itu dia ingin mengorbankan diri untuk keselamatan kamu.

” Kemudian Sa’ad maju ke depan dengan menggunakan tombak dan pedangnya untuk memukul serta memenggal kepala orang kafir.

 Sa’ad berjuang hingga kudanya sendiri tidak kuat lagi, maka dia pun turun daripada kudanya, dia menyinsing lengannya maka dilihat oleh Rasulullah lengannya yang hitam, lalu Rasulullah berkata: “Adakah kamu Sa’ad?”

Maka Sa’ad mengaku dan terus menghadapi musuh. Akhirnya beliau gugur sebagai syahid.

Sebaik saja Sa’ad gugur, Rasulullah segera mendapatkannya lalu mengangkat kepalanya dan diletakkan di atas pangkuan Baginda sambil mengusap tanah yang melekat di mukanya.

Baginda bersabda: “Alangkah harum bau kamu, alangkah kasihnya Allah dan Rasul kepada kamu.”

 Rasulullah menangis dan kemudian tertawa, lalu Baginda memalingkan mukanya serta bersabda: “Kini dia sudah sampai di Haudh, demi Tuhan yang mempunyai Kaabah.

 ” Selepas Rasulullah berkata demikian maka Abu Lubabah bertanya: “Ya Rasulullah, apakah Haudh itu?” Maka Rasulullah pun menerangkan:

 “Haudh itu ialah telaga yang diberikan Allah kepadaku dan lebarnya ialah di antara Shan’aa Yaman hingga Busra, di tepi telaga dihiasi permata dan mutiara, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis daripada madu, barang siapa yang minum sekali, maka dia tidak akan haus untuk selama-lamanya.

 ” Kemudian Rasulullah ditanya lagi: “Ya Rasulullah, mengapakah engkau menangis dan kemudian ketawa dan terus berpaling muka daripadanya?

” Lalu Rasulullah bersabda: “Aku menangis kerana rindu kepada Sa’ad dan aku tertawa kerana gembira melihat kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya. Aku berpaling daripadanya sebab aku melihat bakal isterinya yang terdiri daripada bidadari berebut-rebut untuk mendekatinya hingga terbuka betis mereka, maka aku pun memalingkan segera mukaku kerana malu.

” Kemudian Rasulullah pun menyuruh orang mengumpulkan pedang, tombak dan kuda Sa’ad untuk diserahkan kepada bakal isterinya yang sudah diakad nikah.

Selepas itu, Rasulullah memberitahu Amru (mentua Sa’ad), “Sesungguhnya Allah mengahwinkan Sa’ad dengan bidadari yang lebih cantik daripada puteri kamu.”

sumber : http://www.ibnulatef.iluvislam.com 
cc          :“Tulisan, Tan Sri Dato’ Seri Prof Dr. Hj. Mohd Najib Bin Hashim Naib Canselor, University of Malaya” 
                 “juga diulas oleh Ustaz Fadhil dalam usrah 17november 2004, sentinel towers, leeds”
Copyright © 2012 Afif Respect.